Posted by : Unknown Selasa, 10 November 2015

Pos ini sebenarnya adaptasi dari kartul admin, hehehe..... :V



      Apakah kehidupan Extraterrestrial sama dengan kehidupan terrestrial?
            Jika kita bandingkan, mungkin variasi dari kehidupan Extraterrestrial hampir sama dengan kehidupan di Bumi ini. Jika kehidupan Extraterrestrial memang benar ada bisa jadi mereka lebih beradaptasi dengan kondisi yang kita sebut ekstrim. Maksud ekstrim adalah sedikit berbeda dengan kondisi kita di Bumi ini, tapi masih memiliki persamaan dengan kita. Kita bisa mengambil contoh Planet Mars. Mars adalah planet tetangga kita, yang sangat mirip dengan Bumi. Walau begitu permukaan Mars sangatlah berbeda dengan Bumi. Atmosfer Mars terlalu tipis, suhu permukaan bisa mencapai -1530 Celcius.
    Benarkah Mars memiliki kehidupan
            Mars memang planet yang sangat menonjol di langit malam karena warna merah menyala dan jaraknya yang dekat dengan Bumi. Tapi Mars lebih dari itu, planet tersebut sering dikatakan sebagai salah satu bukti terkuat akan kehidupan Extraterrestrial sejak dulu. Banyak ahli Astronomi di abad pertengahan yang mengaku pernah melihat bukti peradaban Mars lewat teropong mereka. Salah satu contoh adalah seorang Astronomer Italia bernama Giovanni Schiaparelli yang mengaku melihat struktur seperti kanal di permukaan Mars yang dia sebut Canali. Namun semua itu hanyalah ilusi optik belaka. Dan sampai sekarang belum ada bukti konkret tentang kehidupan di Mars. Jika ada kehidupan di Mars pastinya mereka butuh air cair, dan itu hampir tidak mungkin karena dingin nya suhu permukaan Mars. Jika balok es mencair disana, maka dengan cepat air itu akan tersublimasi menjadi gas karena tipisnya atmosfer Mars.
      Apakah Mars dulunya mirip dengan Bumi
            Pernyataan ini telah lama menjadi bahan perdebatan para ahli Astronomi. Apakah Mars dulunya adalah planet yang persis dengan Bumi dan bahkan mampu menopang kehidupan? Menurut beberapa bukti bahwa memang benar Mars dulu (sekitar 4 milyar tahun lalu) memiliki atmosfer yang lebih tebal dengan Bumi dan diperkirakan memiliki lautan. Pernyataan in didasarkan pada kontur tanah di Mars yang menunjukan bekas-bekas pengikisan air, dll. Tak hanya itu bahkan diperkirakan masih terdapat Liquid Water di permukaan Mars sekarang. Hal yang menyebabkan Mars berubah menurut beberapa ahli adalah karena banyak nya meteor yang menghantam permukaan Mars, bukti dapat kita lihat pada 2 satelit Mars sekarang yaitu Phobos dan Deimos yang sebenarnya merupakan pecahan asteroid yang dulu menabrak Mars. Hasil dari tumbukan dahsyat itu adalah perubahan iklim dan berubahnya atmosfer Mars. Sebagai contoh dapat kita lihat pada saat asteroid memusnahkan dan mengakhiri zaman dinosaurus pada 65 JTL. Tak hanya dinosaurus namun menyapu bersih seluruh 65% spesies yang ada pada saat itu.
     Apakah Manusia dapat tinggal di Mars
            Manusia sekarang mulai mencari alternative planet lain untuk ditinggali, mengingat jumlah atau populasi kita yang sudah tidak bisa dikontrol. Salah satunya dengan mencari tanah kosong di angkasa luar. Mars mungkin salah satu tempat percobaan pertama karena teknologi kita sudah mampu untuk membawa kita kesana. Lantas bagaimana cara kita agar mampu hidup disana? Atmosfer tipis Mars tidak memberikan proteksi yang sama terhadap radiasi seperti atmosfer Bumi melindungi kita. Bahkan tanah dan batuan Mars saja sudah membahayakan bagi kita. Tanah Mars mengandung Garam Perchlorate yang bisa memberikan energy bagi mikroba namun tentunya berbahaya bagi kita karena dapat merusak sel. Tapi ada jenis archaebacterial yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan ekstrim. Sebagai contoh ada jenis archaebacterial yang mampu memanfaatkan garam perchlorate untuk energy. Robot penjelajah kita menemukan bahwa tanah Mars mengandung kandungan logam yang sangat melimpah namun hanya sedikit material organik.Tantangan untuk manusia agar dapat hidup disana masih sangat banyak. Para ilmuan mengajukan bahwa kita harus menanam makanan kita sendiri dan tinggal dalam sejenis rumah kaca agar tanaman tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Jika dilihat perkembangan nya maka bukan tidak mungkin dalam 20-50 tahun kedepan manusia sudah tidak lahir di Bumi.
           

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Select your Language

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

RussianPortugueseJapaneseKoreanArabic Chinese Simplified

Popular Post

People


widgets
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Only in Said... -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -